Monday 24-08-2026

Danantara Housing Expo 2026 Buka Lebih Banyak Pilihan Rumah bagi Masyarakat

Posted By Ezra Wirotama
  • Created Aug 24 2026
  • / 952 Read

Danantara Housing Expo 2026 Buka Lebih Banyak Pilihan Rumah bagi Masyarakat

Danantara Indonesia memperluas pilihan masyarakat untuk memperoleh hunian melalui Danantara Housing Expo 2026 yang akan berlangsung pada 27 sampai 30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, PIK. Berdasarkan keterangan resmi Danantara pada 21 Agustus 2026, pameran tersebut menghadirkan lebih dari 100 ribu unit hunian dari lebih dari 100 pengembang, mulai dari rumah tapak hingga apartemen untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah maupun non-MBR. Skema pembiayaan yang tersedia melalui Himbara dan BSI menawarkan uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen, serta tenor hingga 30 tahun sesuai syarat dan ketentuan masing-masing produk.

Pilihan tenor panjang menjadi salah satu instrumen untuk menyesuaikan besaran angsuran dengan kemampuan masyarakat, terutama pekerja muda yang sedang memasuki usia produktif. Namun, Danantara juga menekankan bahwa keputusan membeli rumah perlu memperhitungkan harga, lokasi, kualitas bangunan, aksesibilitas, fasilitas kawasan, status proyek, serta kemampuan membayar dalam jangka panjang. Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management Dian Takdir Badrsyah pada 21 Agustus 2026 menyatakan bahwa pengunjung dapat membandingkan proyek dan berdiskusi langsung dengan pengembang maupun perbankan agar skema yang dipilih sesuai kondisi finansial mereka.

Kebutuhan memperluas akses perumahan masih cukup besar. Statistik Perumahan 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik mencatat sekitar 9,29 juta rumah tangga atau 12,39 persen rumah tangga Indonesia belum memiliki rumah, turun dari sekitar 9,64 juta pada 2025. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti pada 13 Agustus 2026 juga menjelaskan bahwa akses terhadap rumah layak huni meningkat dari 68,40 persen pada 2025 menjadi 70,30 persen pada 2026. Data tersebut menunjukkan kemajuan sekaligus menegaskan bahwa persoalan perumahan memerlukan intervensi yang mencakup kepemilikan maupun peningkatan kualitas hunian.

Karena itu, kebijakan perumahan tidak hanya bergerak melalui pembiayaan jangka panjang. BPS mencatat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau Bedah Rumah telah mencapai 88.635 unit pada semester I 2026, melampaui realisasi sepanjang 2025 sebanyak 45.073 unit. Di sisi pembiayaan rumah subsidi, BP Tapera mencatat penyaluran FLPP mencapai 129.729 unit senilai Rp16,13 triliun per 17 Agustus 2026 dari kuota 350 ribu unit tahun ini. Pemerintah juga mempertahankan suku bunga FLPP rumah tapak sebesar 5 persen dan membuka pilihan tenor lebih panjang untuk meningkatkan keterjangkauan MBR. Dengan kombinasi penyediaan hunian, peningkatan kualitas rumah, subsidi pembiayaan, dan perluasan pilihan KPR, upaya mengurangi backlog perumahan berjalan melalui beberapa instrumen yang saling melengkapi.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First